Tag Archives: abdul muhsin

NASEHAT SYAIKH ‘ABDUL MUHSIN AL-‘ABAD KEPADA SYAIKH RABI’

NASEHAT SYAIKH ‘ABDUL MUHSIN AL-‘ABAD KEPADA SYAIKH RABI’ BIN HADI

Asy-Syaikh al-‘Allamah ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad hafizhahullahu berkata :

الشيخ ربيع من المشتغلين بالعلم في هذا الزمان وله جهود جيدة وجهود عظيمة في الاشتغال بالسنَّة ، وكذلك التأليف له تآليف جيده ومفيدة وعظيمة .

Syaikh Rabi’ adalah termasuk diantara orang yang sibuk dengan ilmu di zaman ini. Beliau memiliki upaya yang baik dan upaya yang besar di dalam sibuk membahas sunnah Nabi. Demikian pula dengan karya-karya tulis beliau, adalah karya-karya tulis yang bagus, bermanfa’at dan luar biasa.

Namun sayangnya, akhir-akhir ini beliau lebih banyak sibuk dengan perkara yang beliau tidak seharusnya menyibukkan diri dengannya. Akanlah lebih bermanfa’at apabila beliau mau kembali menyibukkan diri dengan kesibukan di awal waktu beliau dan menekuni upaya yang lebih bermanfa’at di dalam menulis. Baru-baru ini, beberapa perkara yang berkaitan dengan beliau telah terjadi dan kami tidak menyetujui akan perkara tersebut.

نسأل الله عز وجل أن يوفقنا وإياه لكل خير وأن يوفق الجميع لما تحمد عاقبته

Kami memohon kepada Alloh Azza wa Jalla agar memberikan taufiq-Nya kepada kita dan kepada beliau di dalam semua hal yang baik serta semoga Alloh memberikan taifiq-Nya kepada semuanya terhadap semua hal yang dapat menghantarkan kepada akhir yang baik.

أنا لا أطعن فيه ، ولا أحذر منه وأقول أنه من العلماء المتمكنين

Kami tidak mencela beliau dan tidak pula mentahdzirnya. Kami katakan, beliau termasuk ulama yang mumpuni.

Dan sekiranya beliau mau kembali menyibukkan diri dengan ilmu dan tetap serius menekuninya, niscaya beliau akan memberikan manfa’at yang banyak. Sebelum masa ini, karya beliau terdahulu lebih banyak dibandingkan karya beliau yang sekarang.

أنا أعتبر الشيخ ربيع من العلماء الذين يُطمئن إليهم وفائدتهم كـبيرة

Kami menganggap bahwa syaikh Rabi’ adalah termasuk ulama yang kami merasa tenang (mantap) dengannya dan kemanfa’atan pada diri beliau sangatlah besar.

Namun, ucapan seseorang bisa diterima dan bisa pula ditolak, tak ada seorangpun yang ma’shum (kecuali Nabi). Kami pribadi tidak menyetujui beliau di dalam beberapa masalah yang terjadi, terutama dalam masalah yang baru-baru ini terjadi berkaitan dengan fitnah yang telah menyebar dan semakin meluas. Para penuntut ilmu mulai saling meng hajr satu dengan lainnya, saling bertikai dan bercekcok antara satu dengan lainnya, sebagai hasil/dampak dari apa yang tengah berlangsung antara beliau (Syaikh Rabi’) dengan selain beliau. Sampai pada puncaknya, manusia terpecah menjadi dua kubu, dan fitnah semakin menjadi luas dan mendatangkan malapetaka.

Adalah wajib atas beliau dan selain beliau untuk meninggalkan hal yang dapat melanjutkan terjadinya fitnah ini, dan juga harus (bagi mereka) meninggalkan ziyadah (tambahan) dan istimrar (terus menerus) di dalam hal ini. Mereka semua haruslah menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat, karena tanpa hal inilah (menyibukkan dengan ilmu) yang telah menyebabkan terjadinya perpecahan dan pengkotak-kotakkan ini.

Kami memohon kepada Alloh Azza wa Jalla untuk memberikan taufiq-Nya kepada kita semua.

Syaikh ’Abdul Muhsin al-’Abbad memberikan nasehat kasih sayang kepada saudaranya, Syaikh Rabi’ bin Hadi, untuk menunjukkan bagaimana seharusnya ahlus sunnah, terlebih apabila berbeda pendapat.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sangat menyedihkan dengan ulah sebagian oknum yang mengatas namakan diri mereka sebagai salafiy, namun amal dan ilmunya menunjukkan jauhnya ia dengan dakwa’annya tersebut.

Mereka terkenal dengan sikap mudah mencela, menghujat, menvonis bid’ah, menggelar-gelari manusia dengan gelar buruk, merusak kehormatan para du’at ahlus sunnah, mencari-cari kesalahan mereka, mengumpulkan aib-aib mereka, dan menyebarkannya.

Sehingga, fitnah ini dapat dikonsumsi oleh khayalak umum dan dijadikan sebagai bumerang untuk menyerang dakwah salafiyyah mubarokah ini. Mereka inilah yang merusak dakwah dari dalam dan merusak nama baik para ulama ahlus sunnah.

Menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat lebih utama daripada memperbincangkan tentang keadaan Fulan dan Fulan, terlebih lagi apabila sama-sama ahlus sunnah. Hal ini yang ditekankan oleh Syaikh ’Abdul Muhsin, baik kepada para ulama semisal Syaikh Rabi’ maupun selainnya.

Semoga Alloh mempersatukan umat islam di atas sunnah dan menjadikan mereka saling berkasih sayang di atas sunnah.

https://docs.google.com/document/d/12pV3OpeJ5IDKwzzzuACYLRhgbR9Sz1ANt1dWhS3zFCo/mobilebasic?viewopt=127

____

Advertisements